Jejak di Hutan Larangan: Apa yang Disembunyikan Desa Terpencil?
Di ujung lembah yang diselimuti kabut, tersembunyi sebuah desa kecil bernama Karangwuni. Desa ini jarang dikunjungi, bukan karena sulit dijangkau, tetapi karena cerita-cerita yang berbisik di antara para pelancong: hutan di sekitar desa, yang disebut Hutan Larangan, menyimpan rahasia yang tak boleh diganggu. Namun, ketika seorang pendaki bernama Arga menghilang di hutan itu tiga bulan lalu, desa yang tenang itu tiba-tiba menjadi pusat perhatian. Yang lebih aneh, petunjuk yang ditinggalkannya bukanlah peta atau tanda biasa—melainkan serangkaian simbol aneh yang terukir di pohon-pohon.Arga, seorang fotografer alam berusia 29 tahun, dikenal sebagai petualang yang berhati-hati. Ia datang ke Karangwuni untuk mendokumentasikan flora langka di Hutan Larangan, meski warga setempat memperingatkannya. “Jangan masuk setelah matahari terbenam,” kata seorang tetua desa, Mbok Sari, dengan nada yang lebih mirip perintah daripada saran. Arga tersenyum, mengangguk, tapi di pagi yang cerah, ...